Sabtu, 24 September 2011

Analisis Struktur Fisik dan Batin Tanah Kelahiran

MENGANALISIS STRUKTUR FISIK DAN STRUKTUR BATIN PUISI
KARYA RAMADHAN KH TANAH KELAHIRAN I

Tanah Kelahiran I
Seruling dipasir ipis, merdu
antara gundukan pohon pina,
tembang menggema di dua kaki,
Burangrang-Tangkubanprahu,

Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di air tipis menurun.

Membelit tangga di tanah merah
dikenal gadis-gadis dari bukit.
Nyanyikan kentang sudah digali,
Kenakan kebaya ke pewayangan.

Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di hati gadis menurun.



 Struktur Fisik
1) Diksi
Dalam puisi Ramadhan KH yang berjudul Tanah Kelahiran I. Penggunaan dialek, terdapat pada bait 1 larik ke-1 yaitu “ipis”. Terdapat juga Penggunaan Register (pada bait 1 larik ke-3 dan ke-4). Berikut penggalan sajaknya :
tembang menggema di dua kaki,
Burangrang-Tangkubanprahu,
2) Imaji
- Imaji Suara (Audio)
Seruling dipasir ipis, merdu
tembang menggema di dua kaki,
- Imaji Visual
antara gundukan pohon pina,
Jamrut di air tipis menurun.
3) Kata Kongkret
“Jamrut” = Hijau (kesuburan/kesejahteraan)
“Kaki” = Gunung.
4) Bahasa Figuratif
- Litotes/Hiperbola
tembang menggema di dua kaki,
Jamrut di air tipis menurun.


5) Versifikasi
- Rima Berpeluk
antara gundukan pohon pina,
tembang menggema di dua kaki,
- Rima tak sempurna
di tanah merah.
 Struktur Batin
1) Tema/makna (sense)
Kedukaan terhadap tanah kelahirannya yang direbut oleh kekuasaan penjajah pada masa itu.
2) Amanat
Dari puisi ini si pengarang memberikan pesan kepada pembaca, bahwa harus mencintai tanah asalnya dan menjaganya agar tidak terpengaruhi oleh budaya luar. Akibat dari kemajuan jaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar