“Malam telah lewat dari jam 12 dari indonesia barat, timur dan tengah.
Gegap gempita menyambut tahun baru,
muda dan tua bersuka ria ikut iring-iringan keliling kota,
jalanan disesaki deru knalpot dan riuh trompet,
namun..
di sudut kota,
masih ada bayang tangan-tangan kecil,
maasih ada penjarah harta negara,
masih ada pemerkosaan, penjarahan, penindasan merajai.
langit bangsa ku kelabu harapan palsu.
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 01 Januari 2012
Rabu, 15 Juni 2011
Sabtu, 22 Januari 2011
Malam
Malam telah menunjukkan 1/3 wajahnya.
Keheningan menyapa di setiap tarikan nafas.
Gelap warnai setiap sudut kota.
Orangorang lenyap di telan malam.
Malam Angin hening, air menguap,
dingin menghujam kulit,
terasa detak jantung pompa darah.
Malam merayu jiwa
singgahkan pelufuk mata
dibawah naungan sinar rembulan.
Malam sekerat cinta lenyap di Kalbu,
saat Gamang landa hati
antara satu cinta dua hati...
Cianjur, 19 jan '10
Keheningan menyapa di setiap tarikan nafas.
Gelap warnai setiap sudut kota.
Orangorang lenyap di telan malam.
Malam Angin hening, air menguap,
dingin menghujam kulit,
terasa detak jantung pompa darah.
Malam merayu jiwa
singgahkan pelufuk mata
dibawah naungan sinar rembulan.
Malam sekerat cinta lenyap di Kalbu,
saat Gamang landa hati
antara satu cinta dua hati...
Cianjur, 19 jan '10
Minggu, 19 Desember 2010
Sansai
Air mata langit jatuh basahi poripori tanah
Riak air sesaki trotoar
Petir bersahutan
Hujan tebar hawa dingin
Jalan membisu
Jiwaku gamang jalani hari
ku ingin sebrangi jaln tabu cintaku
Ingin ku rajut kisah cintaku
Dengan benang hatimu
Imaji cinta binasa di persimpangan jalan.
Riak air sesaki trotoar
Petir bersahutan
Hujan tebar hawa dingin
Jalan membisu
Jiwaku gamang jalani hari
ku ingin sebrangi jaln tabu cintaku
Ingin ku rajut kisah cintaku
Dengan benang hatimu
Imaji cinta binasa di persimpangan jalan.
Senja Kelabu
Sore menjelang hembusan angin
Membelai wajah, Matari mulai lenggang
Sayup lantunan ayat suci terdengar
Ku telusuri ujung jalan tak asing
Kotak mimpi masa lalu terbesit
Sepanjang jalan bulir air mata tak pernah kering
Senyum teriris sepi
Duri sembilu menganga di kalbu
Rindu kini meranggas
Mawar merah jadi biru saat ku ingat kau...
Membelai wajah, Matari mulai lenggang
Sayup lantunan ayat suci terdengar
Ku telusuri ujung jalan tak asing
Kotak mimpi masa lalu terbesit
Sepanjang jalan bulir air mata tak pernah kering
Senyum teriris sepi
Duri sembilu menganga di kalbu
Rindu kini meranggas
Mawar merah jadi biru saat ku ingat kau...
Minggu, 10 Oktober 2010
Anomali Cinta
Detik, menit, telah jadi haru
Mataku sudah layu bunga
Kisah semenanjung asa
Platonik masa lalu
Ku rasa letupan cinta di hati
Kasmaran cinta pertama
Ku rangkai simponi
Lantunan nada cinta
Gamang landa batin
Cinta di selasar hatimu
Kini lenyap dalam pekat kenangan
Hilang separuh masa ku
Aku bukan arsitek bisa rekonstruksi cinta di taman hatimu
Aku bukan pujangga bisa curi hatimu
Aku bukan orator bisa deklamasi isi hatiku
Aku lelaki renta pudarnya cinta..
Mataku sudah layu bunga
Kisah semenanjung asa
Platonik masa lalu
Ku rasa letupan cinta di hati
Kasmaran cinta pertama
Ku rangkai simponi
Lantunan nada cinta
Gamang landa batin
Cinta di selasar hatimu
Kini lenyap dalam pekat kenangan
Hilang separuh masa ku
Aku bukan arsitek bisa rekonstruksi cinta di taman hatimu
Aku bukan pujangga bisa curi hatimu
Aku bukan orator bisa deklamasi isi hatiku
Aku lelaki renta pudarnya cinta..
Senin, 20 September 2010
Ibu
Kau lahirkan janin berlumur tangis dan desah sakit
Kau jaga jabang bayi tak sadar siang berganti malam
Kau terangi gelap malam dengan sinar kasihmu
Kau luluhkan dingin malam dengan pelukmu
Kau sedia nyawa untuk anakmu
Kau lantun doa di setiap langkah anakmu
Tapi..
Ketika anakmu jajaki remaja
Kau di bentak, di hina, di caci, di lupakan..
Kau lantun doa tiap langkah anakmu
Anakmu lantun ajal kau dalam batin
Cjr Senin 20/09/2010 jam 11:40
Kau jaga jabang bayi tak sadar siang berganti malam
Kau terangi gelap malam dengan sinar kasihmu
Kau luluhkan dingin malam dengan pelukmu
Kau sedia nyawa untuk anakmu
Kau lantun doa di setiap langkah anakmu
Tapi..
Ketika anakmu jajaki remaja
Kau di bentak, di hina, di caci, di lupakan..
Kau lantun doa tiap langkah anakmu
Anakmu lantun ajal kau dalam batin
Cjr Senin 20/09/2010 jam 11:40
Sabtu, 31 Juli 2010
Cinta Adik Khayalan
Adik tercinta ku menapaki dewasa
Kini belajar mewarnai dunia
Tinggalkan kenangan demi masa depan cipta
Dan kini mulai mencari cahaya.
Menghapus semua jejak ukir cinta kita
Mengubur semua asa dalam imaji
Menulis kebencian di ruang hati
Menggelapkan pelangi di ufuk mata
Entah apa yang
Kupikirkan,
Kubayangkan,
Kuharapkan,
Kurasakan
Semua warna terlihat sama di mata ku
Mata ku melihat warna tanpa arti
Dalam kegamangan ku menunggu bias warna beda
Warna avecena dari selasar hatimu.
Kini belajar mewarnai dunia
Tinggalkan kenangan demi masa depan cipta
Dan kini mulai mencari cahaya.
Menghapus semua jejak ukir cinta kita
Mengubur semua asa dalam imaji
Menulis kebencian di ruang hati
Menggelapkan pelangi di ufuk mata
Entah apa yang
Kupikirkan,
Kubayangkan,
Kuharapkan,
Kurasakan
Semua warna terlihat sama di mata ku
Mata ku melihat warna tanpa arti
Dalam kegamangan ku menunggu bias warna beda
Warna avecena dari selasar hatimu.
Cinta Apa ?
Paradigma cinta ku kelam
Hati ku gamang cari sucinya cinta sejati
Mata ku terkatup pada seribu wajah wanita
Ku rasa bulir cinta di hatiku
Tapi rupamu masih asing dalam sanubari
Hati ku gamang cari sucinya cinta sejati
Mata ku terkatup pada seribu wajah wanita
Ku rasa bulir cinta di hatiku
Tapi rupamu masih asing dalam sanubari
Senin, 14 Juni 2010
Pagi
Sinar surya menerawang di balik awan
Pekik burung sadarkan ku dari mimpi
Hatiku gamang akan cinta
Hatiku kembali terpesona pada cinta
Hatiku terpaku pada satu cinta
Entah kapan ku bisa genggam cinta sejati
Pekik burung sadarkan ku dari mimpi
Hatiku gamang akan cinta
Hatiku kembali terpesona pada cinta
Hatiku terpaku pada satu cinta
Entah kapan ku bisa genggam cinta sejati
Minggu, 13 Juni 2010
Malam
Warna gelap selimuti langit
Bulan gantikan matari
Orang lenyap tanpa isyarat
Taburan bintang hiasi
Dibawah naungan lampu taman
Angin menyibak helaian rambut
Ku duduk termenung tanpa tujuan
Hening rasuk sukma...
Bulan gantikan matari
Orang lenyap tanpa isyarat
Taburan bintang hiasi
Dibawah naungan lampu taman
Angin menyibak helaian rambut
Ku duduk termenung tanpa tujuan
Hening rasuk sukma...
Sabtu, 27 Maret 2010
Gelandangan
Di panggang bara surya siang
Keringat mandikan tubuh
Deru knalpot roda empat
Bocah tanpa perut dekati keramaian pasar
Bertelanjang dada dendang syair tak kenal waktu
Surya benamkan sinar ufuk barat
Terlentang di emperan toko
Baju lusuh wajah kusam
Termangu elok lampu neon
Angin menyentuh kulit kering
Tanpa nasib
Tanpa masa depan
Tanpa saudara
Tanpa harapan
Menggantung di leher
Seribu wajah asing menatap kosong
Nasib generasi bangsa berdiri di atas reruntuhan angan
Keringat mandikan tubuh
Deru knalpot roda empat
Bocah tanpa perut dekati keramaian pasar
Bertelanjang dada dendang syair tak kenal waktu
Surya benamkan sinar ufuk barat
Terlentang di emperan toko
Baju lusuh wajah kusam
Termangu elok lampu neon
Angin menyentuh kulit kering
Tanpa nasib
Tanpa masa depan
Tanpa saudara
Tanpa harapan
Menggantung di leher
Seribu wajah asing menatap kosong
Nasib generasi bangsa berdiri di atas reruntuhan angan
Kamis, 18 Februari 2010
Realita Cinta
Tak kau resapi letupan
Letupan cinta di dadaku
Kujajaki jalan menuju ruang hatimu
Hembus angin utara porak poranda batu prasangka
Dinginnya artik,
Kontaminasi tangan ku.
Hati...
Tunjukkan tabiat jantanmu
Otakku amnesia bias cantikmu
Imaji sirna terpulasara
Cinta mu terpasung pada raga siapa ?
Hening...rasuk sukma.....
Letupan cinta di dadaku
Kujajaki jalan menuju ruang hatimu
Hembus angin utara porak poranda batu prasangka
Dinginnya artik,
Kontaminasi tangan ku.
Hati...
Tunjukkan tabiat jantanmu
Otakku amnesia bias cantikmu
Imaji sirna terpulasara
Cinta mu terpasung pada raga siapa ?
Hening...rasuk sukma.....
Surau
Indah parasmu lenyap termakan usia
Dindingmu lusuh terkikis rayap
Pintumu tersibak angin utara
Sarang laba-laba hiasi atapmu
Anak tanggamu acuh melepuh
Masamu habis seiring roda jaman
Kau naungan munajat orang
Gerombolan semut berbaris rapih menapaki pelataran tamanmu
Suara adzan menggema di setiap sudutmu
Bocah ingusan mentelaah ayat suci tanpa menatap waktu
Tetesan hujan basahi alasmu
Oh surauku...
Dindingmu lusuh terkikis rayap
Pintumu tersibak angin utara
Sarang laba-laba hiasi atapmu
Anak tanggamu acuh melepuh
Masamu habis seiring roda jaman
Kau naungan munajat orang
Gerombolan semut berbaris rapih menapaki pelataran tamanmu
Suara adzan menggema di setiap sudutmu
Bocah ingusan mentelaah ayat suci tanpa menatap waktu
Tetesan hujan basahi alasmu
Oh surauku...
Perempuanku
Mulut bisu lukis indahnya wajahmu
Renyah senyummu getarkan jiwa
Nadi gelisah pompa darah ke jantung
Tutur katamu lembut
Sorot matamu bias pelangi
Lekuk bibirmu manis
Panjang rambutmu sehalus sutra
Tak pernah habis ku menatapmu
Wahai perempuanku...
Malam, bulan, bintang
Jadi saksi rinduku
Imaji pelukmu cairkan dinginya malam
Karena nafasmu, tawamu...
Aq hidup bahagia
Sesal tak pernah terucap dalam batin ini
Pesona cinta pertama.
Renyah senyummu getarkan jiwa
Nadi gelisah pompa darah ke jantung
Tutur katamu lembut
Sorot matamu bias pelangi
Lekuk bibirmu manis
Panjang rambutmu sehalus sutra
Tak pernah habis ku menatapmu
Wahai perempuanku...
Malam, bulan, bintang
Jadi saksi rinduku
Imaji pelukmu cairkan dinginya malam
Karena nafasmu, tawamu...
Aq hidup bahagia
Sesal tak pernah terucap dalam batin ini
Pesona cinta pertama.
Rabu, 10 Februari 2010
Elegi Bangsaku
Jaman berganti kalender dengan globalisasi
Benih pohon harapan di tanam sarjana
Kawula muda berpesta di bawah naungan lampu disko
Kemiskinan dan gizi buruk masih menggelayuti langit kesejahteraan bangsaku
Pernyaian dan napza menjadi sarapan utama generasi muda
Janji menaikkan taraf kesejahteraan cpns hanya gombalisasi
Lihat di emperan jalan banyak manusia gerobak mengais rezeki tanpa kenal waktu
Di bawah kaki pemerintah tikus berdasi kegirangan di suguhi kemewahan dunia
Bocah ingusan di jadikan inventaris uang di jalanan
Dewi bangsaku di pajangkan di pelataran hotel
Hanya bermodalkan sehelai kain dan bermakeup tebal
Siap menjajal birahi hidung belang
Oh........ Apakah ini akan menjadi tabiat bangsaku ? ? ?
Ya tuhanku hapuskanlah semua ini dari bangsaku
Mudah-mudahan bangsaku menjadi lebih baik lagi.
Anomali Cinta (Continue)
Ku tanam benih cinta unggul di taman hatimu
Di pupuk kesetiaan dan di siram kasih sayang
Kuncup cinta mulai mekar kau binasakan
Selasa, 02 Februari 2010
Kenangan
Hariku pergi meninggalkan
Kenangan di relung hati ini
Kenangan mulai tersapu
Mengikuti irama waktu
Kenangan seperti apa
Hendak membuat hati ini
Gundah gulana dalam peristirahatan
Otakku mulai tak waras
Jiwaku surut dalam kehampaan
Memikirkan kenangan itu
Sampai sang surya meredup
Kenangan di relung hati ini
Kenangan mulai tersapu
Mengikuti irama waktu
Kenangan seperti apa
Hendak membuat hati ini
Gundah gulana dalam peristirahatan
Otakku mulai tak waras
Jiwaku surut dalam kehampaan
Memikirkan kenangan itu
Sampai sang surya meredup
Jumat, 22 Januari 2010
Nestapa Alamku
Cuaca tak karuan menghinggapi
Dataran zamrud khatulistiwa
Jutaan pohon di tebas
Penuh angkara murka
Dataran zamrud khatulistiwa
Jutaan pohon di tebas
Penuh angkara murka
Dari tahun 1997-2000 telah
Lebih dari 3,8 juta
Paru-paru hijau Indonesia lenyap
Tanpa ada pihak yang bertanggung jawab
Maraknya pembakaran hutan telah
Berkontribusi dalam 1/5% gas emisi
Menyebabkan penderitaan kutub utara
Dan selatan semakin parah
Beribu-ribu industri kau dirikan
Di tanah kosong. sungai yang dulu
Airnya sebening kristal
Kini berubah laksana lautan oli
Villa mewah berjejer diatas lahan
Resapan air. ketika tetesan hujan
Terhempas dari langit. bencana......
Berlarian ke pemukiman warga
Inikah tindak tanduk ke bodohan
Umat manusia yang wajar ?
Padahal dalam Al-Quran
Telah tertulis di dalam ayatnya
Bahwa manusia sebagai
Seorang khalifah harus
Bisa menjaga hubungan
Dengan alamnya..............
Lebih dari 3,8 juta
Paru-paru hijau Indonesia lenyap
Tanpa ada pihak yang bertanggung jawab
Maraknya pembakaran hutan telah
Berkontribusi dalam 1/5% gas emisi
Menyebabkan penderitaan kutub utara
Dan selatan semakin parah
Beribu-ribu industri kau dirikan
Di tanah kosong. sungai yang dulu
Airnya sebening kristal
Kini berubah laksana lautan oli
Villa mewah berjejer diatas lahan
Resapan air. ketika tetesan hujan
Terhempas dari langit. bencana......
Berlarian ke pemukiman warga
Inikah tindak tanduk ke bodohan
Umat manusia yang wajar ?
Padahal dalam Al-Quran
Telah tertulis di dalam ayatnya
Bahwa manusia sebagai
Seorang khalifah harus
Bisa menjaga hubungan
Dengan alamnya..............
Senin, 07 Desember 2009
Pesonamu
Siang tadi kumenatap dara berhiaskan pelangi di matanya
Hadir dirinya penyejuk saat jiwaku layu
Ku coba abadikan senyumnya namun tak kuasa
Bayang wajahnya bersemayam di hatiku
Ku sembah sujud pada ilahi agar dia di sampingku
Hadir dirinya penyejuk saat jiwaku layu
Ku coba abadikan senyumnya namun tak kuasa
Bayang wajahnya bersemayam di hatiku
Ku sembah sujud pada ilahi agar dia di sampingku
Langganan:
Postingan (Atom)